Makanan adalah faktor penting bagi penderita kanker untuk melawan penyakitnya dan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Mereka harus makan lebih banyak daripada orang biasa, dan mematuhi panduan diet yang tepat. Makanan rendah gula adalah menu yang tepat untuk penderita kanker, selain itu juga harus memiliki kandungan lemak dan protein yang tinggi. Sel kanker membutuhkan glukosa untuk tumbuh, maka sel kanker harus memenuhi kebutuhan glukosa dari darah dan otot inangnya. Itulah sebabnya mengapa pasien kanker harus mengurangi konsumsi gula mereka dan menambahkan lebih banyak lemak dan protein ke dalam menu makanan mereka karena kedua komponen tersebut dibutuhkan untuk pertumbuhan otot.

Seberapa Banyak Nutrisi yang Mereka Butuhkan

Penelitian medis menunjukkan bahwa kebutuhan harian bagi pasien kanker adalah 50 persen lebih tinggi daripada kebutuhan orang biasa. Ini diukur dalam 23/30 kalori per berat badan (dalam satuan kilogram). Pasien kanker harus memenuhi jumlah ini sebesar 40 persen dari lemak tak jenuh dan suplai protein sebanyak 1,5 gram per berat badan (dalam satuan kilogram). Ini juga harus dilengkapi dengan asupan air, vitamin, dan mineral yang cukup.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa pasien kanker memiliki kebutuhan kalori lebih banyak daripada orang biasa. Hal ini disebabkan sel kanker akan menguras energi inangnya yang akan mempengaruhi kondisi fisik pasien secara langsung. Kehilangan nafsu makan atau efek pengobatan kanker tidak boleh menjadi alasan bagi pasien kanker untuk tidak mendapatkan asupan harian yang cukup yang mereka butuhkan. Ada banyak cara untuk memberi makan pasien kanker. Yang paling umum adalah tentu saja pemberian makanan secara oral dan ini harus memenuhi jumlah kebutuhan harian mereka. Jika penderita kanker tidak bisa makan, atau hanya bisa makan sebanyak 60 persen dari kebutuhan harian mereka, metode enteral bisa menjadi solusi. Pemberian makanan secara enteral yaitu memberi asupan nutrisi lengkap secara langsung ke dalam perut, yaitu ke usus dua belas jari ataupun jujenum. Jika sistem pencernaan pasien tidak berfungsi dengan baik,  maka alternatif terakhir adalah menggunakan metode parenteral.

Related posts: